Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lupakan Kata Motivasi "Jika Saya Bisa, Kamu Pasti Bisa"! Temukan Jalan Kesuksesanmu Sendiri

Mungkin sebagian dari kalian pernah mendapatkan kata-kata motivasi yang sangat luar biasa di sebuah seminar atau di sebuah pertemuan. Mereka mengatakan bahwa jika saya bisa, kamu pastinya juga bisa.

Saya memulai semuanya dari nol dan hari ini saya sukses. Seharusnya, kalian juga mampu melakukan hal yang sama. Kita semua sama, kita semua sama-sama manusia.

Sama-sama waktu 24 jam, sama-sama makan, sama-sama butuh minum, sama-sama tidur. Lantas apa yang berbeda? Jadi yuk semangat, jika saya bisa dan kamu pun pasti bisa.

Tentu saja kata-kata itu adalah kata-kata yang luar biasa, sangat bermakna, membuat kita bersemangat, membuat kita yang mungkin lagi down kemudian tergerak untuk bangkit lagi, berusaha lagi, lebih semangat lagi melakukan sesuatu dengan jauh lebih baik.

Tak ada yang salah dengan kata-kata itu, tapi yang harus kita cermati bahwa kamu nggak harus sama dengan orang yang mengucapkan kata-kata itu.

Lupakan Kata Motivasi "Jika Saya Bisa, Kamu Pasti Bisa"! Temukan Jalan Kesuksesanmu Sendiri

Kita semua mungkin bisa sukses, tapi tidak harus menggunakan cara yang sama. Kita semua mungkin bisa mendapatkan apa yang ingin kita lakukan, apa yang ingin kita raih, namun belum tentu ceritanya sama karena kita semua punya modal yang berbeda.

Ketika kamu punya seorang mentor, atasan, pimpinan dengan kemampuan tertentu, dan kemudian mereka mampu meraih apa yang ingin mereka raih, kamu pun ingin seperti itu. 

Satu hal yang harus kamu ingat: apakah bekalmu sama dengan mereka? Apakah keterampilanmu sama dengan mereka? Pengetahuanmu sama dengan mereka? Pengalamanmu sama dengan mereka? Pastinya tidak!

Oleh karena itu, nggak usah ingin seperti mereka. Kamu mungkin bisa menempuh caramu sendiri, kamu bisa menempuh cara berbeda, sesuatu yang mungkin sesuai dan lebih relevan dengan dirimu, nggak harus sama dengan mereka.

Ketika ada yang mengatakan, "Jika saya bisa, kamu pasti bisa," saya ingin mengatakan, lupakan. Nggak harus kamu melakukan hal yang sama dengan mereka karena kamu berbeda.


Ilustrasi sederhananya, seekor monyet yang kebetulan bertemu dengan elang. Sang elang adalah mentornya. Ia memberi contoh bahwa ia bisa terbang tinggi.

Kemudian ia bilang pada sang monyet, "Jika saya bisa terbang, kamu pun pastinya bisa terbang." Dengan sekuat tenaga, monyet tersebut berusaha untuk terus terbang dan hasilnya monyet itu selalu jatuh.

Di titik inilah kita harus berhati-hati. Impian kita jangan kita samakan dengan orang lain karena belum tentu kita punya desain yang sama.

Seekor monyet harusnya ia fokus belajar memanjat, bukan belajar terbang karena memang keunggulannya bukan di situ.

Oleh karena itu, ketika sang mentor mengatakan, "Jika saya bisa, kamu juga pastinya bisa terbang," maka itu omong kosong! Di titik inilah kita butuh evaluasi diri.


Apakah kita harus menempuh cara yang sama persis seperti yang mereka para motivator sampaikan, para mentor sampaikan, para pimpinan di tempatmu berada sampaikan? Belum tentu.

Maka cara terbaik adalah mengenali dirimu dan kemudian membangkitkan potensi terbaikmu. 

Banyak orang sudah bekerja keras mencoba berbagai cara yang disampaikan oleh mentor mereka, oleh motivator mereka, oleh pelatih mereka, tapi apa hasilnya? Semua nggak sesuai dengan harapan.

Karena mereka menempuh cara yang sama yang sebenarnya mungkin nggak relevan dan nggak sesuai dengan mereka.

Ibarat kata, seekor monyet dipaksa terbang atau seekor monyet dipaksa berenang, tetap saja mereka nggak akan pernah bisa. Maka hal terpenting adalah tujuan, bukan caranya.


Mungkin kamu boleh punya tujuan yang sama, tapi jangan pernah memilih cara yang sama karena cara kita harus sesuai dengan kodrat dasar diri kita.

Temukan apa sih sisi terbaikmu, temukan dari mana sih cara terbaik yang bisa saya tekuni. Apakah ini relevan atau tidak? Maka pada titik ini, kenali dirimu.

Tanpa mengenali dirimu, kamu nggak akan pernah mengerti bagaimana cara terbaik untuk membangun dan membangkitkan potensi terbaikmu.

Bisa jadi yang membuatmu gagal bukan karena kamu nggak bisa, bukan karena kamu nggak serius, tapi karena memang kamu menempuh jalan yang nggak sesuai dengan kodrat yang ada pada dirimu.


Pahamilah ini, kamu tidak harus sama dengan orang lain. Jika orang lain bisa, nggak harus kamu juga bisa. Mungkin kamu perlu melakukan cara berbeda.

Kamu tidak harus bersaing untuk mendapatkan pencapaian yang sama, raihan yang sama, tapi kamu perlu menciptakan raihan dan pencapaian sendiri yang paling relevan dengan dirimu. Yuk, lebih bijak memahami dan mengenali siapa kamu dan apa tujuanmu.