Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Persepsi Salah Tentang Uang yang Menghambat Kita Menjadi Kaya

Banyak orang punya persepsi yang salah tentang uang. Kesalahan persepsi ini membuat mereka juga salah mengambil keputusan. Akhirnya, tindakan finansial mereka juga salah.

Kesalahan persepsi yang terjadi terkait dengan uang membuat mereka cenderung terjebak pada masalah dan kesulitan yang berhubungan dengan keuangan.

Banyak orang punya income besar tapi hidupnya sulit karena persepsi mereka tentang uang salah.

Banyak orang punya kedudukan yang baik tapi mereka mengalami kesulitan keuangan. Ini juga terjadi karena persepsi mereka tentang uang salah.

Mereka salah menilai tentang uang dan kesalahan ini akhirnya berakibat fatal yang kemudian kesulitan keuangan pun terjadi.

Maka, jika kamu ingin memperbaiki kondisi keuanganmu hari ini, perbaikilah dulu persepsimu tentang uang.

5 Persepsi Salah Tentang Uang yang Menghambat Kita Menjadi Kaya


5 Persepsi Salah Tentang Uang

Dalam artikel ini, kami ingin mengajak kalian semua untuk memperbaiki sudut pandang kita terhadap uang agar kita mampu mengambil keputusan yang tepat dan bijak terkait dengan uang.

1. Seberapa banyak uang itu bisa habis

Uang bisa habis

Satu hal yang pasti! seberapa pun besarnya uangmu hari ini itu akan habis. Banyak orang mengira ketika kita punya banyak uang, kita itu seolah-olah kaya, seolah-olah bisa hidup selamanya.

Kadang kita mendengar ada orang yang sangat kaya raya, kekayaannya tidak bakalan habis sampai 7 turunan. Ini adalah satu filosofi yang salah, omong kosong.

Banyak contoh orang yang sangat kaya raya tapi akhirnya hidupnya sangat menderita. Mungkin kalian tahu Mike Tyson, seorang petinju kaya raya yang pernah jatuh bangkrut.

Atau bahkan seorang Michael Jackson, penyanyi legendaris yang sangat luar biasa. Ia punya kemampuan menghasilkan uang 5,6 triliun dalam hidupnya, tapi ketika mati meninggalkan hutang. Inilah bukti bahwa berapa pun uangmu bisa habis.

Ketika seseorang ada di level kekayaan yang sangat besar, mereka punya income yang sangat besar. Kadang mereka lupa, mereka mengira bahwa mereka bisa hidup selamanya di level itu.

Mereka mengira bahwa tidak akan pernah kehabisan uang, padahal ini salah besar. Ada di level mana pun kamu, seberapa pun besar income kamu, berapa pun besar kekayaanmu, semua sangat mungkin bisa habis.

Artinya, jangan berbangga diri dengan apa pun yang kamu punya hari ini. Seberapa pun besar uangmu, semua semu, semua sementara, dan semua bisa habis. 

Ketika kita mempersepsikan bahwa uang kita akan abadi, kekayaan kita akan selamanya maka kita akan cenderung ceroboh dalam mengambil keputusan.

Kita akan cenderung mengambil keputusan semaunya sendiri dengan ceroboh. Akhirnya, kecerobohan kita membuat uang itu benar-benar habis.

2. Mereka mengira bahwa level incomenya tidak akan berubah

Mereka mengira bahwa level incomenya tidak akan berubah

Persepsi lain yang kadang salah dipahami oleh banyak orang adalah mereka mengira bahwa level income mereka itu selamanya.

Jika hari ini mereka ada di level 100 juta per bulan, mereka anggap bahwa selamanya akan hidup di level ini sehingga mengambil keputusan dengan level income saat ini.

Mereka berhutang dengan kalkulasi income, "Pendapatan saya 100 juta per bulan, kalau pun saya punya cicilan hutang 30 juta per bulan tidak ada masalah. Itu kan masih 30%," tapi mereka lupa kalau income 100 juta per bulan itu sementara.

Kalau misalnya 3 tahun lagi mereka mengalami penurunan income menjadi hanya 20 juta per bulan, sementara cicilan hutang mereka belum lunas, artinya di titik ini income mereka lebih kecil daripada hutang. Maka di titik ini kita pun akan sangat sengsara.

3. Level income itu sementara

Level income itu sementara

Ketika income kamu sedang tinggi, ketika income kamu sedang naik, maka kamu harus sangat-sangat ingat. Jangan pernah menggunakan ini sebagai dasar untuk mengambil keputusan finansial karena ini sementara.

Jika kamu berhutang dengan dasar ini, maka jika income kamu turun, maka hidupmu pasti akan menderita. Terlebih jika kamu mendapatkan income tersebut dengan cara aktif income.

Aktif income artinya kamu bekerja, sementara bayaran yang didapatkan oleh seorang pekerja itu terbatas. 

Ada masanya kita dibayar sangat tinggi, tapi pada saat kita tidak lagi produktif kita pun akan mendapatkan bayaran yang rendah.

Berapa banyak artis yang dulu pernah berada di level income tingginya hidupnya glamor, tapi ketika karirnya sudah mulai redup, ia pun kesulitan. Ia pun kebingungan, akhirnya mereka jatuh miskin.

Ini adalah bukti nyata bahwa level income kita itu terbatas, level income kita itu ada masanya seiring waktu dan seiring bertambahnya usia.

4. Uang itu bertumbuh

Uang itu bertumbuh

Satu hal lagi yang harus kita pahami bahwa uang itu bisa bertumbuh, uang itu persis seperti sebuah tanaman. 

Jika kita menanamnya, jika kita merawatnya, maka tanaman itu akan bertumbuh dan pada saatnya nanti tanaman itu berbuah dan kita pun menikmati hasilnya. Tidak ada kekayaan yang jatuh tiba-tiba, semua harus ditanam, semua butuh proses. 

Persepsi ini harus benar-benar kita pahami bahwa ketika kita ingin kaya, ketika kita ingin menghasilkan sesuatu yang lebih, maka tumbuhkanlah nilai uang kita. Tanamlah uang kita di tempat yang tepat.

Apakah kamu ingin investasi properti, deposito, atau untuk modal bisnis, apa pun itu boleh. Tanpa proses menumbuhkan uang, tidak mungkin kita mampu menciptakan income yang jauh lebih besar.

Banyak orang tidak sadar bahwa kekayaan itu ditumbuhkan, bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Persepsi yang salah ini membuat orang berkhayal menjadi kaya, tapi usahanya biasa-biasa saja.

Ingin menjadi kaya, tapi pengetahuannya biasa-biasa saja. Serius ingin menjadi kaya, tapi hanya sekadar khayalan. Mereka tidak menumbuhkannya.

5. Uang itu cair

Uang itu cair

Persepsi terakhir tentang uang yang harus kita pahami adalah uang itu liquid. Uang itu persis seperti air, ia sulit diam, ia akan terus mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Maka, agar uangmu tidak mencair, tidak segera berpindah, kamu harus mengubahnya dan kamu harus menyiapkan wadah.

Ketika kamu mampu mengubahnya menjadi padat, ketika kamu menyiapkan wadah, ketika kamu mampu menjaganya, maka di titik itu uang tidak akan pergi sangat cepat.

Coba kamu ingat, banyak orang yang hari ini gajian, tidak sampai 5 hari uangnya sudah tinggal 10%, tinggal 20%. Dalam waktu 5 hari ini uangnya menguap sangat cepat.

Uang itu hanya seolah numpang lewat dan kita lupa untuk mengubahnya. Maka di titik ini, pahamilah bahwa sifat dasar uang itu liquid dan sifat dasar uang itu juga sangat mudah berubah.

Itulah persepsi tentang uang yang perlu kita perbaiki agar kita bisa menjadi kaya. Semoga artikel ini bermanfaat ya.