Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Ciri-ciri Lelah Mental Atau Burnout

Apakah akhir-akhir ini kalian lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur, merasa lelah, dan tidak termotivasi untuk melakukan apapun? Apakah kalian menganggap perilaku seperti ini sebagai kemalasan belaka dan tidak lebih dari itu?

Sebenarnya, perbedaan antara kemalasan dan kelelahan mental itu sangat tipis, sehingga mungkin membuat kita sulit membedakan antara keduanya.

Burnout adalah kondisi di mana kelelahan emosional, fisik, dan mental disebabkan oleh stres yang berlebihan dan ketidakmampuan untuk mengatasinya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami burnout atau lelah mental dan mengenali tanda-tandanya. 

Jadi berikut kami rangkum 6 tanda yang menunjukkan bahwa apa yang kalian alami saat ini bukanlah kemalasan, melainkan kelelahan mental.

Ciri-ciri Lelah Mental

1. Merasa terputus dari segalanya

Ciri-ciri Lelah Mental
Foto: freepik

Jika kalian mengalami lelah mental, salah satu hal yang mungkin kalian alami namun tidak begitu disadari atau dipahami adalah depersonalisasi.

Depersonalisasi adalah hal yang umum terjadi pada mereka yang sedang berjuang melawan perasaan trauma meskipun hal ini seringkali diabaikan dan disalahartikan sebagai kemalasan.

Mereka yang mengalami depersonalisasi akan merasakan semacam mati rasa atau kekosongan emosional yang aneh, seolah-olah mereka tidak lagi sepenuhnya hadir dalam kehidupan mereka sendiri.

Mereka tidak merasa terlibat dengan apapun dan terus-menerus bergumul dengan rasa ketidakberdayaan dan ketidakmampuan untuk mengambil kembali kendali atas hidup mereka.

2. Hilang semangat

Hilang semangat
Foto: freepik

Kemalasan adalah sifat seseorang yang cenderung bersifat stabil dari waktu ke waktu. Orang yang malas tidak pernah termotivasi untuk berusaha dan melibatkan diri mereka dalam hal apapun.

Namun, jika kamu dulunya adalah seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi dan berprestasi di bidang tertentu dan baru-baru ini mengalami penurunan energi, apatis, dan tidak termotivasi, kemungkinan besar kalian mengalami kelelahan mental, bukan kemalasan seperti apa yang dipikirkan kebanyakan orang.

Perubahan motivasi kalian yang seperti ini menandakan adanya masalah yang lebih kompleks yang membutuhkan perhatian lebih.

3. Murung dan mudah tersinggung

Murung dan mudah tersinggung
Foto: freepik

Apakah kalian merasa lebih cepat marah dan mudah tersinggung? Apakah kalian sekarang sering merasa emosi tidak terkendali tanpa alasan yang jelas?

Kemurungan dan mudah tersinggung adalah hal yang umum terjadi, tetapi seringkali diabaikan sebagai tanda kelelahan.

Jadi, jika kalian mulai mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, terutama jika hal tersebut sebelumnya tidak pernah kamu alami, ini ada kemungkinan bahwa kamu mengalami kelelahan mental.

Sebaliknya, orang yang malas sangat kontras dengan hal ini karena mereka biasanya menunjukkan sikap yang santai, tenang dan tidak terpengaruh oleh hal-hal di luar diri mereka.

4. Kehilangan minat dan gairah

Seseorang yang mengalami burnout seringkali merasa kesulitan untuk menemukan kebahagiaan atau ketertarikan pada aktivitas yang dulunya membuat mereka merasa bahagia dan puas.

Baik itu hobi, olahraga, atau pekerjaan, kelelahan mental membuat kalian enggan untuk melakukan hal-hal yang dulunya pernah kalian sukai.

Kalian bahkan mungkin merasa benci dengan segala aktivitas tersebut, terutama jika aktivitas-aktivitas tersebut membutuhkan usaha yang berlebihan yang membuat kita lelah secara fisik.

5. Mengabaikan perawatan diri

Mengabaikan perawatan diri
Foto: freepik

Salah satu tanda yang paling mengkhawatirkan dari seseorang yang mengalami kelelahan emosional yaitu mulai mengabaikan perawatan diri dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Perubahan dalam kebiasaan untuk makan dan tidur kalian menjadi semakin mengkhawatirkan. 

Kalian berhenti untuk merawat diri atau berpenampilan menarik dan lebih banyak menghabiskan sebagian besar waktu dalam kesendirian karena kalian begitu mudah merasa lelah bahkan dengan tugas yang paling sederhana sekalipun.

Yang menjadi pembeda antara kelelahan mental dengan kemalasan adalah adanya perbedaan yang mencolok antara perilaku seseorang yang sebelumnya dengan yang sekarang, yaitu dari cara kita biasanya merawat diri dan berinteraksi dengan orang lain.

6. Perubahan terjadi secara bertahap

Perubahan terjadi secara bertahap
Foto: freepik

Terakhir, tapi mungkin yang paling penting adalah kita harus menyadari bahwa kelelahan mental tidak terjadi dalam waktu semalam, namun berkembang secara bertahap.

Penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya ada lima tahap untuk menjadi lelah secara mental, masing-masing dengan tingkat keparahan yang semakin meningkat.

Fase bulan madu, awal mula stres, stres kronis, kelelahan, dan kelelahan yang menjadi kebiasaan. Kebanyakan orang akan mulai mengalami gejala-gejala lelah mental sejak fase kedua, yaitu sejak awal terjadinya stres.

Meskipun dengan tingkat stres yang masih tergolong rendah, optimisme, minat, motivasi, dan kinerja seseorang mungkin sudah mulai menurun.

Dan pada saat kalian mencapai tahap kelima atau yang terakhir, burnout sudah begitu mendarah daging dalam hidup kalian sehingga kelelahan mental dan fisik akan semakin intens terjadi dan lebih sulit diobati sehingga membuat kita lebih rentan mengalami depresi dan kecemasan.


Mengapa Penting Mengenali Kelelahan Mental?

Mengenali tanda-tanda kelelahan mental sejak dini akan membuat kalian lebih mudah ditolong dan sembuh.

Itulah mengapa sangat penting untuk meningkatkan kesadaran diri tentang kelelahan mental ini daripada hanya menganggapnya sebagai kemalasan belaka seperti yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang.

Jadi, jika kalian atau siapapun yang kita kenal mengalami kelelahan mental atau emosional, jangan ragu untuk menghubungi ahli kesehatan mental dan berkonsultasi dengan mereka.