Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjebak dalam Pikiran Negatif? Ubah Mental Block Menjadi Kekuatan

Pernah bayangkan nggak ketika kita hidup di sebuah penjara di ruangan yang sempit? Di situ kita terpenjara dalam waktu yang lama, apa yang bisa kita lakukan pastinya sangat terbatas.

Hidup dalam penjara membuat kita sangat tidak nyaman, tidak bisa berbuat banyak hal, tidak bisa melakukan hal-hal yang seharusnya bisa kita lakukan.

Meskipun secara fisik kadang kita nggak terpenjara, tanpa sadar kita itu telah terpenjara oleh mental dan pikiran kita.

Di sinilah mental block yang menjadi penghambat kita, nggak ada bedanya dengan sebuah penjara.

Jika penjara dalam arti fisik kita bisa melihat dengan jelas tembok-tembok batasnya, jeruji besi yang menghalangi kita.

Namun mental block adalah sebuah penjara yang sangat tak kasat mata, kadang kita nggak mampu mengenalinya dan yang kita alami hidup sulit berkembang.

Terjebak dalam Pikiran Negatif? Ubah Mental Blok Menjadi Kekuatan
freepik.com

Orang-orang yang terpenjara oleh pikirannya adalah mereka yang terjebak dalam mental block dalam hidupnya dan mengalami kondisi hidup yang sangat sulit.

Mereka nggak bisa move on, mereka sulit bahagia, mereka tidak bisa menjalani hidup sebagaimana mestinya.

Ada begitu banyak penghambat yang semuanya bersumber dari diri mereka. Mereka sulit untuk maju, mereka sulit untuk berkembang dan hasilnya pencapaian mereka juga nggak ada perubahan. Di sinilah sebenarnya hakikat mental block itu seperti penjara.

Jika kita tidak membongkarnya, jika kita tidak menghancurkannya, hidup kita nggak akan banyak berubah, selamanya seperti itu.

Kita akan berpindah dari kegagalan-kegagalan berikutnya, kita akan berpindah dari kesedihan satu ke kesedihan berikutnya.

Kita akan berkutat dari kondisi frustasi satu ke frustasi berikutnya, bisa jadi semakin lama hidup kita semakin sulit, semakin tidak menyenangkan, dan semakin tidak membahagiakan.

Jadi, di titik inilah kita perlu membongkar mental block kita. Jika tidak, hidup kita nggak ada bedanya seperti hidup dalam penjara.


Mungkin secara fisik kita merdeka, tapi tidak dalam pikiran dan mental. Keterbatasan dan penjara inilah yang membuat kita nggak bisa berbuat apa-apa.

Bentuk penjara yang lahir dari mental block itu beragam, misalnya ketakutan. 

Ketika kita terpenjara oleh rasa takut, ketika kita mau melangkah selalu bayang-bayang menyelimuti kita, bayang-bayang masa lalu selalu hadir, akhirnya apa? Kita selalu ragu. 

Dan keraguan ini jika kita paksa untuk di eksekusi hasilnya fatal, apa yang kita lakukan dan kita eksekusi pasti tidak sesuai dengan harapan.

Pada akhirnya kita akan mendapatkan kegagalan berikutnya yang semakin memperparah penjara ketakutan itu.


Kadang penjara lain itu bernama kekhawatiran. Kita terlalu punya rasa khawatir di masa depan sehingga kita tidak bisa mendapatkan kenyamanan dalam menjalani hidup hari ini.

Kita khawatir apa yang kita harapkan tidak sesuai, kita khawatir apa yang kita rencanakan gagal, kita khawatir orang-orang sekitar kita tidak percaya lagi pada kita bahkan menghianati kita.

Padahal semua itu tidak terjadi dan kondisi ini akan membuat hidup kita semakin tidak nyaman.

Selain kekhawatiran dan ketakutan, ada berbagai bentuk lain penjara mental yang membuat kita nggak bisa berkembang.

Semua yang berlebihan yang terjadi pada diri kita, yang menghinggapi pikiran kita, membuat hidup kita semakin tidak nyaman.


Pada akhirnya, pilihan ada di tangan kita. Kamu membiarkan hidupmu seperti ini atau mengubahnya, kamu mau keluar dari penjara mental block atau membiarkan dirimu terpenjara selamanya.