Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Sederhana untuk Hidup Bahagia dan Lebih Baik

Kebahagiaan adalah ujung tujuan yang sebenarnya didambakan oleh setiap orang. Apa pun yang kamu lakukan hari ini, jika kamu tidak bahagia ini sama saja bohong.

Hidup tanpa rasa bahagia adalah hidup yang paling penuh dengan penderitaan. Kamu bekerja, punya karir, punya kedudukan, punya uang tapi ketika hidupmu tidak bahagia, rasanya semua yang kita dapatkan itu sebuah kesia-siaan.

Sadar atau tidak, ketika kita bekerja tujuan kita adalah punya uang, dan ujung dari setelah kita punya uang adalah kita ingin bahagia.

Ketika kita menikah, tujuan dari pernikahan juga adalah kebahagiaan. Kamu melakukan healing, melakukan sebuah perjalanan, berwisata, bersenang-senang, kumpul dengan teman-teman, yang sebenarnya kita cari juga sama, yakni kebahagiaan.

Siapa pun yang telah mendapatkan kebahagiaan, apa pun sumbernya, rasa yang kita dapatkan pastilah sama. 

Bahagianya anak kecil, bahagianya orang dewasa, bahagianya orang tua, apa yang akan kita dapatkan adalah sama, hanya bentuk sumber yang kita lalui itu berbeda.

Ketika kamu bisa menemukan rasa bahagia hanya dengan sepiring nasi dan sambal, ini sesuatu yang luar biasa.

Bahagia mereka yang makan cukup dengan sepiring nasi dan sambal & tempe atau mungkin makanan sederhana lainnya itu sama persis seperti bahagianya mereka yang sedang makan di restoran yang sangat mewah.


Namun sebaliknya, semewah apa pun tempat kamu makan, seenak apa pun makanan yang hari ini sedang kamu nikmati. Tapi jika kamu tidak bisa menikmatinya, jika pikiranmu tidak ada di situ, jika kamu sulit mendapatkan rasa bahagia, tetap saja kamu tidak akan bahagia.

Semua hal yang ada di luar diri kita itu hanyalah alat bantu untuk membuat kita bahagia. Kekayaan, kemewahan, pekerjaan, makanan, rumah, mobil, apa pun itu kamu boleh menyebutkannya, itu hanyalah alat bantu dan begitu juga dengan uang.

Alat bantu itu tetap saja butuh izin dari diri kita, apakah kita mau bahagia atau tidak. Pendek kata, bahagia itu tergantung apakah kamu mengizinkan dirimu untuk bahagia atau tidak.

Cobalah kita belajar pada anak kecil. Mereka kadang hanya bermain sederhana, bermain pasir, bermain hal-hal kecil yang remeh temeh, tapi mereka bisa tertawa, mereka bisa menikmatinya.

Sementara kadang kita orang dewasa butuh begitu banyak syarat untuk bisa bahagia. Saya bahagia kalau saya bisa lulus kuliah, saya bahagia kalau saya bertemu dengan jodoh saya, saya bahagia kalau saya punya mobil dan lain sebagainya.

Rasanya semua syarat itu terlalu berat dan tanpa itu semua sebenarnya kita bisa kok bahagia. Pada akhirnya, apa pun yang kita lakukan hari ini, apa pun yang kita capai hari ini, jangan lupa untuk bahagia. Karena bahagia itu kita yang mengizinkan, bukan kita yang diatur oleh sesuatu di luar diri kita.

Mungkin sebagian dari kalian bertanya bagaimana agar kita bisa mengizinkan diri kita tetap bahagia dalam kondisi apa pun. Semua tergantung pada syarat, ekspektasi yang ingin kita bangun dalam diri kita.


Cara Hidup Bahagia

Jika kita punya syarat terlalu tinggi untuk bisa mendapatkan rasa bahagia dan semua yang kita inginkan itu belum terwujud, kadang kita akan terjebak pada ketidakbahagiaan.

Kita merasa gagal, kita merasa tidak berhasil karena apa yang ingin kita dapatkan ternyata belum bisa kita capai. Berikut cara hidup bahagia.

1. Mengubah dari ekspektasi menjadi proses

Mengubah dari ekspektasi menjadi proses

Ketika targetmu adalah punya mobil mewah, rumah yang bagus, dan hari ini ternyata kamu belum punya, maka kita ubah syaratnya.

Rubah bahwa bahagia jika kita bisa berproses dengan baik untuk mewujudkan dan berjuang meraih apa yang ingin kita raih. Artinya, kita geser dari ekspektasi pada hasil menjadi ekspektasi pada proses. 

Ketika kita mau berproses step by step, kita mau berjalan perlahan, maka suatu saat kita pasti akan sampai pada tujuan kita. Menikmati proses adalah cara terbaik untuk bahagia.

2.  Nikmati apa pun yang kita punya

Nikmati apa pun yang kita punya

Cara bahagia dalam hidup yang kedua geser syarat rasa bahagia itu pada sesuatu yang sifatnya sangat pokok, yang sangat fundamental.

Jika kita bisa tidur nyenyak, jika kita bisa makan, jika kita punya tempat tinggal, maka kita sudah cukup merasa bahagia.

Tempat tinggal kita apakah itu sewa, apakah itu kos, atau kita mungkin beruntung bisa tinggal di satu tempat yang disediakan oleh orang lain, maka itu sudah lebih dari cukup.

Daripada kita fokus pada rumah yang belum kita punya, lebih baik nikmati apa yang ada. Jadi kunci bahagia berikutnya adalah menikmati apa yang ada.

Jika pada bagian awal adalah kita menikmati proses kita menuju apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita, yang kedua ini adalah nikmati apa pun yang kita punya.


Kebahagiaan terbesar yang harusnya ada pada diri kita adalah jika kita mampu menjadi lebih baik.

Ketika kamu menetapkan bahwa syarat bahagia adalah ketika saya bisa menjadi lebih baik, syarat bahagia ini adalah syarat yang sangat produktif.

Jika hari ini kamu bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari kemarin, dan kamu bersyukur atas itu semua, kamu sangat bahagia atas proses kamu menjadi lebih baik, maka pahami inilah kebahagiaan sejati yang membuat hidup kita juga akan menjadi lebih baik.

Jika kita terlalu fokus pada hasil, bisa jadi kita mungkin tidak bisa mendapatkan hasil itu, bisa jadi kita ada potensi gagal.

Namun jika kita fokus pada proses, bahwa setiap yang kita lakukan bisa menjadi lebih baik, di titik itu kita mendapatkan rasa bahagia.

Mungkin kita tidak berhasil mendapatkan apa yang ingin kita capai. Tapi percayalah Tuhan pasti akan mengganti sesuatu yang jauh lebih baik.


Bahagia pada setiap proses yang membuat kita menjadi lebih baik ini adalah satu kebahagiaan yang sangat-sangat bermanfaat untuk diri kita.

Ini adalah syarat kebahagiaan yang pastinya tidak akan pernah membuat kita sedih, tidak akan pernah membuat kita kecewa. Sekali lagi, apa pun yang kita lakukan, jangan lupa untuk bahagia.

Lakukan dua hal tadi: nikmati proses dan nikmati apa yang kita punya karena apa pun yang kita punya hari ini jika tidak kita nikmati, hidup kita tetap saja menderita, dan yang ketiga bersyukurlah.

Berbahagialah jika kamu selalu bisa menjadi lebih baik. Kamu boleh kecewa jika hari ini kamu tidak melakukan sesuatu yang lebih baik dari kemarin, maka kekecewaan ini adalah kekecewaan yang sangat produktif untuk hidup kita.

Demikian artikel mengenai cara hidup bahagia, mudah-mudahan hidup kita semua senantiasa dipenuhi oleh rasa bahagia ya.